Madiun PojokKota, 19-08-2026. Hasil pemantauan awak media PojokKota di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Madiun. Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Caruban Madiun sebagai PLH Sri Andayati, SE, M.M saat diwawancarai awak media PojokKota melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran UPT BLK Madiun, Wahyu Nugroho Prabowo Sakti, SH, M.H mengatakan sebagai berikut :
Transformasi digital terus dilakukan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Madiun dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pelatihan dan sertifikasi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah SiPS (Sistem Informasi Pengambilan Sertifikat), sebuah platform digital yang dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan akurasi proses pengambilan sertifikat peserta pelatihan melalui sistem yang terintegrasi.
Kehadiran SiPS menjadi solusi atas proses pengambilan sertifikat yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Pada sistem lama, petugas harus mencari data peserta secara satu per satu pada dokumen administrasi, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama, terutama ketika jumlah alumni yang mengambil sertifikat cukup banyak. Selain itu, proses pencatatan manual juga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan serta memperlambat proses pelayanan.
Melalui SiPS, seluruh proses pengambilan sertifikat kini dilakukan secara digital. Alumni pelatihan cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada aplikasi SiPS, kemudian sistem secara otomatis menampilkan identitas beserta data sertifikat yang akan diambil. Setelah dilakukan verifikasi, petugas hanya perlu menekan tombol “Ambil”, sehingga status pengambilan sertifikat langsung tercatat di dalam sistem secara real-time.
Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT BLK Madiun, Lely Malia Farada, S.Kom menyampaikan bahwa pengembangan SiPS merupakan bagian dari komitmen UPT BLK Madiun dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“SiPS dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada alumni pelatihan sekaligus mempermudah petugas dalam mengelola administrasi pengambilan sertifikat secara lebih efektif, efisien, dan transparan. Dengan digitalisasi ini, proses pelayanan menjadi lebih singkat, data lebih akurat, dan seluruh aktivitas terdokumentasi dengan baik.”
Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi harus menunggu petugas melakukan pencarian data secara manual. Seluruh informasi peserta telah tersimpan dalam basis data digital sehingga proses verifikasi berlangsung lebih cepat. Selain memberikan kemudahan bagi alumni pelatihan, sistem ini juga membantu petugas dalam melakukan pencatatan, monitoring, serta penyusunan laporan pengambilan sertifikat secara otomatis.
Pengembangan SiPS bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi melalui digitalisasi proses pengambilan sertifikat. Selain memangkas waktu pelayanan, sistem ini juga mendukung tersedianya data yang lebih akurat sebagai dasar monitoring, evaluasi, serta peningkatan kualitas layanan pada Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT BLK Madiun.
Keunggulan utama SiPS terletak pada konsep digital certificate retrieval management, yaitu seluruh proses pengambilan sertifikat terdokumentasi dalam satu basis data yang saling terhubung. Mulai dari pencarian data peserta berdasarkan NIK, proses verifikasi identitas, pencatatan waktu pengambilan sertifikat, hingga penyusunan laporan statistik layanan berlangsung secara otomatis dalam satu ekosistem digital.
Implementasi SiPS juga dilengkapi dengan mekanisme monitoring yang memungkinkan petugas mengetahui jumlah sertifikat yang telah diambil, sertifikat yang masih tersimpan, serta riwayat pengambilan sertifikat berdasarkan periode tertentu. Dengan sistem ini, proses pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat disusun secara lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau.
Penerapan SiPS menghadirkan berbagai perubahan positif dibandingkan sistem sebelumnya. Proses administrasi yang dahulu membutuhkan pencarian data secara manual kini berubah menjadi layanan digital berbasis NIK. Data pengambilan sertifikat tersimpan secara terpusat sehingga memudahkan proses monitoring, evaluasi, serta penyusunan laporan. Di sisi lain, alumni pelatihan memperoleh pelayanan yang lebih cepat, praktis, transparan, dan nyaman.
Inovasi ini juga mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan transformasi digital pelayanan publik, khususnya pada bidang pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, infrastruktur teknologi yang memadai, serta komitmen untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan, SiPS diharapkan mampu menjadi model digitalisasi layanan administrasi yang dapat diterapkan pada berbagai unit pelayanan lainnya.
Ke depan, UPT BLK Madiun akan terus mengembangkan SiPS melalui penambahan berbagai fitur inovatif, salah satunya fitur Tracking Sertifikat. Melalui fitur ini, alumni pelatihan nantinya akan memiliki akun untuk masuk ke dalam sistem sehingga dapat memantau secara mandiri perkembangan proses penerbitan sertifikat kompetensi. Informasi status sertifikat akan ditampilkan secara transparan, mulai dari tahap pengajuan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), proses pencetakan, pengiriman, hingga sertifikat tersedia dan siap diambil di UPT BLK Madiun. Pengembangan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan kepastian informasi kepada alumni, serta memperkuat implementasi pelayanan publik berbasis digital yang modern, cepat, dan terpercaya.
Editor/Penulis : Redaksi Pojok Kota, https://pojokkota.site/
