Madiun, pojokkota 25 Peb 2026
Perkembangan informasi yang beredar di media sosial bahwa telah terjadi salah seorang warga rejosari menjual sapi bantuan, Menurut hasil investigasi team media pojokkota bersama team Gerakan Nasional Pengawasan Tipikor RI DPW Jawa Timur di temukan fakta sebagai berikut :
Pada waktu wabah PMK melanda wilayah Jawa Timur khususnya wilayah Ponorogo, banyak sapi yang meninggal, peternak sapi rugi karena musibah ini.
Hasil penelusuran di wilayah Desa Rejosari waktu itu juga banyak sapi yang mati dan beberapa warga panik ada yang memotong sapinya, menjual dengan harga murah. Salah satu warga bernama Mariadi yang tinggal di RT 39 Desa Rejosari panik karena 2 ekor Induk sapinya mati sehingga tinggal anak – anak sapinya. Menurut pertimbangannya daripada rugi besar sapi anak sapi tersebut dijual satu ekor laku kisaran harga Rp. 8000.000,- (delapan juta rupiah) dan 1 ekor anak sapi di titipkan saudarnya di Dusun Dungkenong Desa Rejosari dengan alasan juga sudah lama memelihara tidak ada untung dan biaya perawatan mahal.
Hasil pemantauan Awak media bersama team ternyata setelah beredar berita miring sapi yang telah di jual tersebut telah di ganti dan diserahkan kepada Ketua Poktan Marjuki dengan alasan Mariadi sudah tidak mampu merawat sapi tersebut.
Hasil wawancara dengan Kyai Huda sebgai penanggung jawab saat penerimaan bantuan pemerintah juga sudah berpesan “sapi bantuan tersebut supaya di rawat dengan
baik, Karena untuk dikembangkan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat juga ketahanan pangan tidak boleh dijual, kalau di jual anaknya tidak masalah sesuai perjanjian bagi hasil dan sapi yang sdh terjual ya sebaiknya di wujutkan sapi lagi” ujarnya saat di sambangi awak media dan teman GNP Tipikor Jawa Timur. Dan untuk saat sapi dipelihara oleh Ketua Poktan Rejosari Kebonsari Madiun.
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Ponorogo dan Madiun
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebabkan banyak kematian hewan ternak (sapi) dan kerugian besar bagi para peternak di wilayah Ponorogo dan Madiun. Berikut adalah detail situasi wabah tersebut :
- Situasi Tahun 2022
Wabah melanda secara masif pada tahun 2022, dengan lonjakan drastis yang terjadi terutama di bulan Mei hingga Juni.
Ponorogo (Juni 2022): Situasi dinyatakan darurat PMK pada pertengahan tahun 2022. Data per Juni 2022 menunjukkan lebih dari 5.500 ekor sapi terinfeksi, dengan 132 ekor dilaporkan mati dan ratusan lainnya harus dipotong paksa. Kerugian peternak dilaporkan mencapai miliaran rupiah (menembus Rp20 miliar) karena sapi yang mati tidak bisa dijual.
Madiun (2022): Wilayah Madiun juga terdampak parah, di mana ratusan sapi dilaporkan mati atau terinfeksi PMK, yang juga memaksa peternak melakukan potong paksa. Kerugian ekonomi di wilayah ini pun mencapai miliaran rupiah.
- Situasi Terkini (2024–2025)
Wabah PMK dilaporkan muncul kembali dan menyerang dalam gelombang baru pada awal tahun 2025.
